Akademi Angkatan Laut

JALASENASTRI AAL GIATKAN TEKNIK BATIK ECOPRINT

Surabaya, 22 Mei 2019,-

Pagi itu, suasana di gedung Dewakang Akademi Angkatan Laut (AAL) Bumimoro nampak lebih riuh dari biasanya. Terlihat sebelas ibu-ibu pengurus Cabang BS Jalasenastri AAL dan lima Taruni AAL sibuk mempraktekkan cara membatik, lain dari biasanya yang menggunakan canting dan malam. Kali ini mereka menggiatkan membatik dengan menggunakan teknik ecoprint, Selasa (21/5).

Tata cara membatik dengan teknik ecoprint ini, dibimbing langsung oleh Ketua Cabang BS Jalasenastri AAL Ny. Eni Edi Sucipto, dengan sabar dan telaten orang nomor satu dijajaran Cabang BS Jalasenastri AAL ini, menularkan pengetahuan membatik ecoprint kepada ibu-ibu Jalasenastri AAL dan Taruni AAL.

Ecoprint adalah teknik memberi pola pada bahan atau kain dengan menggunakan bahan alami, yaitu daun-daunan atau bunga. Teknik membatik ini sebenarnya terbilang sederhana,” terang Ketua Cabang BS Jalasenastri AAL Ny. Eni Edi Sucipto disela-sela kegiatan tersebut.

Lebih lanjut Ny. Eni Edi Sucipto menjelaskan, tata cara membatik ecoprint. Pertama-tama kita ambil daun/bunga  yang sudah dicelup kedalam cairan tunjung, kemudian disusun sesuai dengan keinginan/kreasi kita, untuk membentuk pola pada bahan/kain yang sudah ditreatment dengan cairan tawas atau cairan tunjung.

“Cairan tawas akan menghasilkan warna lebih terang pada kain, sedangkan cairan tunjung akan menghasilkan warna gelap,” kata Ny. Eni Edi Sucipto menjelaskan.

Setelah itu, kain ditutup dengan selembar kain lagi, yang telah dicelupkan kedalam pewarna alami dan berasal dari ekstrak berbahan kayu, seperti Mahoni (swietenia mahagoni), Tingi (ceriops candolleana), Secang (caesalpia sappan), Tegeran (maclura cochinchinensis) dan lain-lain, kemudian digulung dengan paralon yang dialasi plastik untuk selanjutnya dikukus selama kurang lebih 2 jam, ungkap Ny. Eni Edi Sucipto.

“Setelah proses pengukusan, kain kita buka lalu tiriskan, daun-daun atau bunga  yang menempel dilepas dari kain, kemudian dibilas lalu dijemur, setelah kering maka kita akan mendapatkan kain batik dengan corak yang unik,” kata Ketua Cabang BS Jalasenastri AAL Ny. Eni Edi Sucipto, sambil menunjukkan kain batik ecoprint hasil karyanya bersama Wakil Ketua Cabang BS Jalasenastri AAL Ny. Nana Endi Supardi.

Kegiatan membatik ecoprint ini dirasakan positif bagi anggota Jalasenastri AAL. Ibu-ibu yang biasanya berkutat dengan kegiatan dirumah, kini berbekal dengan keterampilan baru yang dimiliki, dapat berkumpul dan membuat produk bernilai ekonomis yang dapat menghasilkan tambahan pemasukan bagi rumah tangga.

Kabagpen AAL Letkol Laut (KH) Ag. Imam Setiadi, S.Sos., M.M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *